Mahasiswa mendapatkan pengetahuan mengenai ketentuan haji, seperti rukun dan wajib haji, larangan dalam ihram, hingga tata cara penyelesaian ibadah dengan sah. Selain itu, mahasiswa juga mendapat pengetahuan baru tentang filosofi di balik setiap amalan seperti makna kesetaraan saat mengenakan ihram, nilai kepasrahan saat wukuf, dan simbol membersihkan diri dari dosa saat melempar jumrah. Pemahaman ini diharapkan membantu mahasiswa memahami bahwa haji bukan sekadar rangkaian gerakan ibadah tetapi perjalanan yang menumbuhkan kedisiplinan, kesabaran, dan keikhlasan.
Simulasi manasik dilakukan sesuai urutan pelaksanaan haji mulai dari niat ihram, thawaf mengelilingi ka'bah, sai di antara Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan Mina, hingga proses tahalul. Setiap tahapan praktik berjalan terarah dan memberi gambaran nyata seperti pelaksanaan haji di Tanah Suci.
Terlaksananya kegiatan manasik ini menjadi upaya untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai tata cara ibadah haji secara menyeluruh serta menerapkan nilai dakwah di dalamnya. Pengalaman tersebut membantu meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk berperan aktif di tengah masyarakat khususnya dalam pelayanan haji yang lebih baik dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ketua Prodi Manajemen Dakwah UIN Gusdur, Hanif Ardiansyah juga berharap kegiatan ini menjadi sebuah kegiatan rutin yang bisa dilaksanakan oleh mahasiswa setiap tahun, terutama bagi mahasiswa yang mengambil konsentrasi Haji dan Umroh.