Kegiatan kajian ini dilaksanakan oleh Pengelola Prodi Manajemen Dakwah bekerja sama dengan Gugus Pengendalian Mutu (GPM) Program Studi, dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) sebagai instrumen utama evaluasi. Melalui mekanisme tersebut, setiap standar — mulai dari VMTS, Tata Pamong, Mahasiswa, SDM, Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), hingga Luaran dan Capaian Tri Dharma Perguruan Tinggi dikaji secara sistematis untuk mengidentifikasi capaian aktual, potensi pengembangan, serta tantangan yang dihadapi.

“Setiap awal semester kami melakukan telaah komprehensif terhadap indikator kinerja tambahan yang sudah melebihi target SN-DIKTI. Hasil kajian ini menjadi dasar penyusunan kebijakan strategis prodi untuk semester berikutnya,” jelas Kaprodi Manajemen Dakwah, di sela kegiatan koordinasi pengelola.
Melalui pendekatan SWOT, faktor pendukung seperti komitmen pimpinan, kolaborasi lintas lembaga, dan kemajuan teknologi pembelajaran dapat terus dioptimalkan, sementara faktor penghambat seperti keterbatasan fasilitas dan sumber dana dapat diantisipasi melalui kebijakan adaptif dan partisipatif.
“Analisis SWOT bukan sekadar evaluasi tahunan, tetapi sudah menjadi budaya akademik di Prodi Manajemen Dakwah. Hasilnya kami gunakan sebagai tolok ukur kebijakan untuk meningkatkan standar mutu, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun PkM,” terang GPM Prodi MD FUAD UIN Gus Dur.
Hasil analisis tersebut selanjutnya digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan prodi, terutama dalam perumusan kebijakan peningkatan mutu berkelanjutan (continuous quality improvement). Dengan demikian, pelampauan indikator kinerja di Prodi Manajemen Dakwah bukan hanya bentuk capaian administratif, melainkan juga refleksi dari semangat inovasi, sinergi, dan transformasi digital dalam dakwah akademik.