
Hadir dalam acara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., dan segenap jajaran pimpinan di lingkungan UIN Gus Dur baik dari fakultas maupun unit serta seluruh mahasiswa asing baru yang mengenyam pendidikan di UIN Gus Dur.
Selain Wohyeng, setidaknya ada 10 mahasiswa asing UIN yang berasal dari berbagai negera diantaranya Malaysia, Thailand dan Nigeria.
Rektor UIN Gus Dur Pekalongan melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama menyampaikan rasa bahagia dapat menyambut para mahasiswa asing dengan penuh kehangatan. Kehadiran mahasiswa asing dapat memperkaya keberagaman universitas serta menghadirkan pengalaman, budaya, dan perspektif unik yang berkontribusi pada lingkungan belajar yang dinamis dan inklusif.
“Kita berkumpul untuk secara resmi menyambut para mahasiswa asing kita ke dalam sebuah komunitas yang merayakan keberagaman, inovasi, dan pencarian ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Muhlisin.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa mahasiswa asing bukan sekadar tamu, tetapi bagian dari anggota keluarga akademis. Pintu dan hati UIN Gus Dur terbuka dengan penuh rasa bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan para mahasiswa asing.
“Belajar antar negara adalah bukan hal yang tidak mungkin. Artinya kita dapat belajar kemanapun. Maka dari itu, ini bagian dari upaya kita menjamah jaringan yang bertaraf internasional untuk menjalin kerjasama dengan negara manapun agar banyak mahasiswa asing di UIN Gus Dur Pekalongan. Akreditasi unggul yang dimiliki UIN Gus Dur Pekalongan dapat menjadi kekuatan bagi kita untuk meraih peluang tersebut,” tutur Prof. Muhlisin dalam sambutannya.
Melalui acara ini UIN Gus Dur mengajak seluruh mahasiswa berbaur bersama-sama untuk belajar, menjelajah, membangun masa depan serta dunia yang lebih baik dan lebih saling terhubung.