• Selamat Datang
  • Alumni
  • KKL Masjid Kampung Bugis Bali 2
  • KKL Masjid Kampung Bugis Bali
  • KKL Masjid Al Akbar Surabaya
  • Workshop Tour Guide Class HMPS Manajemen Dakwah Tahun 2025

Mahasiswa Manajemen Dakwah Kuliah Lapangan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

26 Juni 2025

Surabaya, 17 Juni 2025. Mahasiswa dan dosen Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan melakukan kunjungan ke Masjid Al Akbar Surabaya, Jawa Timur. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang menarik untuk dikunjungi dan dipelajari. Salah satu hal yang menarik di masjid ini adalah tentang manajemen dakwah digital dan zakat sosial di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS).

Saat menerima rombongan UIN Gus Dur Pekalongan, Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS H Helmy M Noor mengatakan MAS yang dibangun tahun 1995 dan diresmikan pada 2000 itu mengalami dinamika dakwah dari manual dan analog pada tahun 2001-2006 ke dakwah digital.

Disampaikan juga oleh Bapak Hanif Ardiansyah, M.M. selaku ketua program studi Manajemen Dakwah bahwa “Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) dan UIN Pekalongan ini mempunyai kesamaan, yaitu pada saat awal berdirinya Masjid di tahun 2000 diresmikan oleh presiden Indonesia saat itu, yaitu K.H. Abdurrahman Wahid/ Gus Dur, dan saat ini menjadi sebuah kebanggaan nama presiden ke-4 Indonesia itu menjadi nama UIN Pekalongan”.

Sementara itu, Kasi Ibadah dan Dakwah BPP MAS Choliq Idris mencontohkan kegiatan sosial-kemasyarakatan di bidang dakwah, antara lain pembinaan muallaf, kajian rutin (harian/mingguan/bulanan), wakaf Qur’an, bantuan pesantren tahfidz, renovasi musholla. “Di bidang pendidikan ada bantuan operasional sekolah, santunan guru ngaji, bina yatim, sedang di bidang kesehatan ada poliklinik pengobatan gratis, khitanan massal, bekam, layanan mobil ambulans/jenazah,” katanya.

Untuk kegiatan sosial-kemasyarakatan di bidang zakat, Kasi Zakat BPP MAS Gana Hascarya menegaskan bahwa BPP MAS mengoptimalkan pemberdayaan zakat secara profesional dan sesuai syar’i yang meliputi bidang sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan dakwah.

 

“Untuk bidang sosial ada bantuan sembako, ATM Beras, baksos kepada Ibnu Sabil, menyalurkan daging qurban lewat RT-RW di sekitar masjid, bantuan Palestina, dan bantuan bencana alam baik di Jawa, Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, maupun Indonesia Timur. Di bidang ekonomi ada pemberdayaan zakat produktif, modal usaha, dan bina wirausaha,” katanya.

Mahasiswa Manajemen Dakwah UIN Gus Dur Pekalongan juga belajar banyak saat kunjungan berlangsung, mulai dari Manajemen Masjid, Dakwah, ZIS, Pengelolaan kegiatan agama dan pendidikan masjid, serta bagaimana MAS (Masjid Al Akbar Surabaya) ini menjadi sebuah tempat yang sangat ramah untuk dikunjungi oleh berbagai macam kalangan. Menurut informasi, pihak MAS juga sedang merencanakan pembuatan lapangan sepakbola standar FIFA di sekitar lingkungan masjid yang bisa digunakan para remaja untuk melakukan kegiatan olahraga.

Di akhir acara, Bapak Hanif juga menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan ini semoga menambah ilmu pengetahuan para mahasiswa yang mungkin tidak bisa didapat dari bangku perkuliahan. Harapannya Masjid Al Akbar Surabaya dan UIN Gusdur Pekalongan dapat menjadi mitra agar senantiasa melakukan kegiatan bersama yang bersifat berkesinambungan untuk kemajuan kedua belah pihak.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree