
HAYBA Singapore, merupakan sebuah lembaga yang bertujuan untuk memberdayakan asatizah di Singapore yang mampu berperan lebih efektif dalam membangun masyarakat unggul di era yang sangat menantang saat ini. Lembaga ini merupakan suatu agency yang berdiri sendiri, bukan di bawah naungan Pemerintah Singapore.
Selain menjadi lembaga untuk memberdayakan asatizah di Singapura, HAYBA juga menjadi wadah untuk mengembangkan dakwah dan pendidikan Islam dalam memudahkan seluruh anggota masyarakat agar memperoleh pendidikan agama yang bermutu dan memadai. HAYBA juga mengembangkan perekonomian asatizah dan masyarakat Islam agar terlibat aktif dalam mengembangkan perekonomian dunia dan menghasilkan sistem dan produk yang baik dan halal di Singapura.
Dalam kunjungan ini, HAYBA memberikan materi mengenai Islam di Singapura. Materi pertama disampaikan oleh Muhd. Solihin selaku Direktur Pelatihan, dan dilanjutkan materi kedua disampaikan oleh Dr. Badrul Fatah, Lc, MA, selaku Direktur Konsultasi.
Perwakilan dari Tim Peneliti, Dr. H. Khoirul Basyar, M.S.I., yang juga merupakan Kaprodi MD., menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak HAYBA yang telah menerima Tim Peneliti Prodi MD FUAD UIN Gus Dur untuk belajar mengenai Islam di Singapura. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan antusias dan ketertarikan pada lembaga keislaman yang ada di Singapura. Beliau juga berharap agar kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan kepada mahasiswa terkait moderasi beragama di Singapaura.
“Harapan dari Penelitian ini adalah menambah wawasan mahasiswa terkait model moderasi beragama bagi komunitas Islam di Singapura yang menjunjung toleransi dan persaudaraan, persamaan hak dan kewajiban atas dasar humanis universal,” harap Beliau.
Pada kesempatan yang sama, Badrul Fatah menjelaskan bahwa toleransi di Singapura sangatlah tinggi, negara tersebut menerapkan hidup harmonis dalam beragama. “Di Singapura itu sangat harmoni, dengan harmoni kita lebih enak berkomunikasi. Jadi orang-orang yang keras tidak bisa masuk Singapura,” tutur Badrul.
Setelah pemaparan materi oleh pihak HAYBA, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Seluruh perwakilan Tim Peneliti yang hadir sangat antusias untuk bertanya banyak hal mengenai Islam di Singapura. Kegiatan tersebut diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada pihak HAYBA sebagai tanda terima kasih dan ditutup dengan sesi foto bersama.